Canggu, Bali — Menyambut malam pergantian tahun ini, Hotel Tugu Bali mengundang para tamu untuk merasakan sebuah perayaan yang dipenuhi denyut liar dan glamor dari era ketika Bali menjadi surga tersembunyi bagi para musisi rock legenda.
Dalam menyambut tahun 2026, Hotel Tugu Bali membangkitkan kembali denyut Bali era 1980-an yang penuh pesona—ketika musisi kelas dunia datang diam-diam ke pulau ini, mencari misteri, kebebasan dan pesona Bali yang kala itu alami dan magis. Perayaan tahun ini mengubah ruang seni Hotel Tugu Bali menjadi sebuah tempat glamor klasik dan jiwa budaya Tugu yang abadi berpadu dalam satu malam yang tak terlupakan.
Saat Energi Rock 80-an Bertemu Romantisme Abadi Pulau Dewata
Malam dibuka dengan sentuhan nostalgia sebagai penghormatan—ketika para musisi dan seniman berkumpul di sudut-sudut tersembunyi pulau ini, dan berbagi cerita dalam suasana yang hangat serta intim. Di Hotel Tugu Bali, memori tersebut dihadirkan kembali melalui sebuah pengalaman yang merangkai energi musik rock dengan keanggunan tradisi Bali. Perpaduan ini tidak hanya merayakan kekayaan budaya pulau dewata, tetapi juga menegaskan peran Bali sebagai tempat yang sejak lama menginspirasi kebebasan berekspresi dan lahirnya kreativitas lintasgenerasi.
Para tamu disambut dengan Royal Megibung, jamuan megah yang dahulu hanya diperuntukkan bagi raja-raja Bali dan sarat akan semangat kebersamaan. Hidangan khas seperti Rujak Pesisir yang segar, sup batang pisang dengan ayam dan kacang merah, aneka sate ikan dan babi, hingga sajian istimewa seperti babi panggang renyah dan ayam utuh bakar dengan sambal bawang merah, menghidupkan suasana meja makan. Di sela-sela hidangan, tarian tradisional Bali hadir dengan gerak anggun, menambah sentuhan mistik pulau dalam perayaan malam itu.
Seiring malam semakin larut, suasana pun berubah—lampu disko berkilauan, alunan gitar memenuhi ruang, dan kehangatan khas Tugu menyelimuti perayaan. Para tamu melangkah ke tahun yang baru dengan semangat yang sama seperti yang dahulu menarik para musisi legendaris dunia ke Bali: kebebasan, kreativitas tanpa batas, dan perasaan memabukkan bahwa segalanya mungkin terjadi.
Rayakan akhir tahun dalam semangat elektrik Bali era 1980-an—masa yang memikat para rockstar dari seluruh dunia—dalam sebuah malam di mana budaya, nostalgia, dan glamor berpadu dalam perayaan pulau yang tak terlupakan.





