Hotel Tugu Lombok Raih One MICHELIN Key, Mengangkat Cerita dan Budaya Indonesia ke Panggung Dunia

The MICHELIN Guide kini resmi hadir di Indonesia, memberikan penghargaan kepada hotel dan resor yang tidak hanya unggul dalam kenyamanan dan desain, tetapi juga memiliki karakter dan hubungan yang kuat dengan budaya setempat. Dari 33 properti yang terpilih di seluruh Indonesia, Hotel Tugu Lombok menjadi salah satu dari 24 penerima One MICHELIN Key, kategori untuk pengalaman menginap yang sangat istimewa, berkarakter kuat, personal, dan meninggalkan kesan mendalam.

Berlokasi di pesisir tenang Pantai Sire, Lombok Utara, dengan pemandangan Gunung Rinjani dan kepulauan Gili di kejauhan, Hotel Tugu Lombok menghadirkan pengalaman menginap yang memadukan warisan budaya, seni, dan kehangatan khas Indonesia. Setiap ruang di hotel ini dirancang untuk bercerita, bukan hanya tentang Lombok, tetapi tentang perjalanan panjang peradaban di seluruh Nusantara.

Salah satu ikon arsitektur di sini adalah Gedong Gandrung, aula besar yang dibangun sebagai penghormatan terhadap semangat, cinta, dan dedikasi dalam seni serta kehidupan. Terinspirasi dari filosofi I Gusti Gedong dan karya maestro I Gusti Nyoman Lempad, bangunan ini menjadi ruang yang melambangkan keindahan arsitektur dan keabadian kisah cinta dalam budaya Indonesia. Kini, Gedong Gandrung menjadi tempat favorit untuk pernikahan, perayaan, dan momen-momen bersejarah. Tak jauh dari sana berdiri Bale Kokok Pletok, pavilion ikonik yang menjadi jantung aktivitas bersantap di Hotel Tugu Lombok. Nama “Kokok Pletok” diambil dari suara ayam jantan yang menandakan pagi , simbol awal baru dan kehidupan. Di puncaknya terdapat patung kepala ayam jago yang khas, sementara Dewi Sri, dewi kesuburan dan kesejahteraan, menjadi penjaga utama tempat ini. Bale Kokok Pletok bukan sekadar restoran, tetapi ruang yang menghidupkan kembali tradisi makan bersama, di mana setiap hidangan disajikan dengan cerita.

Seni juga menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari di Hotel Tugu Lombok. Di setiap sudut terdapat karya tangan pengrajin lokal, ukiran kayu, serta patung-patung yang merefleksikan perjalanan budaya Indonesia dari masa ke masa. Bagi banyak tamu, keindahan ini bukan hanya untuk dilihat, tetapi juga untuk dirasakan melalui suasana, layanan, dan kehangatan yang tulus.

Hening Swarga Spa, yang terletak didalam candi dan dikelilingi pepohonan, menjadi ruang relaksasi yang dirancang seperti candi terbuka. Di sinilah para tamu menemukan ketenangan sejati melalui pijatan tradisional dan ritual perawatan berbasis ramuan alami, sambil menikmati panorama samudra dan semilir angin laut. Di ujung kolam renang utama, yang juga merupakan kolam terpanjang di Lombok, berdiri Sang Hyang Purnama, altar kecil dengan patung gajah yang menjadi tempat banyak tamu berhenti untuk bermeditasi atau sekadar bersyukur atas ketenangan yang mereka temukan di sini.

Setiap pengalaman bersantap di Hotel Tugu Lombok pun dirancang untuk menjadi perpanjangan dari kisah budaya Indonesia. Hidangan-hidangan yang disajikan mengambil inspirasi dari jalur rempah, resep keluarga kuno, dan cita rasa lokal Lombok dan Jawa. Para tamu dapat memilih menikmati makan malam romantis di tepi pantai, di paviliun yang diterangi cahaya lilin dan hembusan angin tropis, atau di ruang-ruang pribadi yang dikelilingi karya seni.

Di Hotel Tugu Lombok, kehangatan hadir secara alami. Para staf menyambut tamu seperti bagian dari keluarga, dengan perhatian yang lahir dari hati; keyakinan bahwa kehangatan sejati adalah bagian dari budaya bangsa.

Penghargaan One MICHELIN Key diberikan kepada hotel yang menjadi wajah dan gerbang di setiap destinasinya, menonjolkan kepribadian unik dan konsistensi layanan, serta menghadirkan pengalaman yang otentik. Bagi Hotel Tugu Lombok, pengakuan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap visi yang telah dipegang sejak awal: menjaga dan membagikan kisah Indonesia kepada dunia, melalui arsitektur, budaya, dan kehangatan yang tak lekang oleh waktu.