Puluhan Lukisan Semar Dipamerkan di Menteng (medcom.id)

Artikel asli diterbitkan oleh medcom.id. Baca DI SINI.

Penulis: Christian

 

 

Jakarta: Puluhan lukisan Semar bertema ‘Semar Ngurawat Jagad’ dipamerkan di Tugu Kunstkring Paleis, Jalan Teuku Umar, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat. Lukisan yang dipamerkan menggambarkan keprihatinan atas kondisi kehidupan secara global.

“Rasa prihatin saya akan situasi saat ini. Makanya terbesit di saya untuk buat lukisan ini. Dengan mulai dari yang kecil meruwat baru bisa yang besar,” kata pelukis bernama Soheib Tayaroja, 53, saat diwawancarai, Selasa, 25 Mei 2021.

Soheib menjelaskan sebelum membuat lukisan, pelukis harus lebih dulu mempelajari objek yang dilukis. Dia mencontohkan salah satu lukisan Semar yang dibuatnya dengan mempelajari tentang Semar hingga satu tahun.

“Pameran akan dilakukan di Jakarta dan akan dilakukan di Jogja juga. Kalau di sini yang spesial ada lukisan ruwatan purwokoloh itu tema besarnya dari seluruh lukisan,” kata dia.

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Bambang Soesatyo (Bamsoet) yang menghadiri pameran ini mengatakan pemilihan tema terhadap lukisan sangat tepat. Sebab, saat ini seluruh dunia juga mengalami situasi yang sama, yakni dihadapkan dengan pandemi covid-19.

“Semoga dengan peresmian pameran bisa memberikan suasana kebatinan yang berbeda. Semar ini memiliki kebajikan dan kebenaran yang mewarnai kehidupan kita,” kata Bamsoet.

Sementara itu, Ketua Umum Pemuda Pancasila (PP), Japto Soelistyo Soerjosoemarno, menyebut lukisan merupakan buah dari pikiran si pelukis. Saat pelukis menaruh kuas di kanvas, kata dia, maka pelukis akan mengeluarkan semua isi hati dan pikiran.

“Pelukis itu apa yang ada dipikiran, dirasa isi hati akan dituangkan ke dalam lukisan. Seperti malam ini lukisan Semar ini. Istri saya juga seorang pelukis dan sudah menghasilkan 500 lukisan,” kata dia.