Ketika Lebaran Menjadi Sebuah Perjalanan: Rayakan Hari Raya Bersama Tugu Hotels

Dari kamar-kamar berlapis antik di Malang hingga cakrawala biru Sire Beach di Lombok, koleksi hotel paling berjiwa di Indonesia mengundang keluarga dan pasangan untuk merayakan Lebaran dengan cara yang tak terlupakan.

Ada sesuatu yang berbeda dari liburan Lebaran — ini bukan sekadar cuti panjang. Ini soal kembali ke keluarga, ke rumah, ke hal-hal yang selama ini ditinggalkan oleh kesibukan sehari-hari. Tidak banyak yang memahami dorongan ini sedalam Tugu Hotels, koleksi hotel penuh seni yang didirikan bukan oleh seorang pengusaha perhotelan, melainkan oleh seorang pria yang menghabiskan puluhan tahun hidupnya untuk menyelamatkan warisan Nusantara yang nyaris terlupakan, satu per satu benda antik yang ia temukan. Lebaran tahun ini, dari Canggu hingga Kota Tua Jakarta, Tugu menawarkan sebuah undangan: datanglah, dan biarkan sejarah memelukmu.

Canggu, Bali — Seni, Ombak & Sisi Bali yang Paling Hidup

Hotel Tugu Bali menggelar Eid Escape di tepi pantai Canggu yang memukau — kawasan yang kini menjadi salah satu sudut paling hidup di Bali, di mana ombak kelas dunia berdampingan dengan kafe-kafe bergaya, galeri seni dadakan, dan energi sore yang membuat siapa pun enggan beranjak. Namun begitu melangkah masuk ke dalam Hotel Tugu Bali, ritme itu bergeser: sebuah headboard ukiran Jawa berlapis merah tua dan emas menyambut setiap pagi; kain ikat tenun tangan menutupi tempat tidur; dan sarapan mewah untuk berdua tersaji dalam waktu yang terasa tak tergesa-gesa, sementara suara ombak mengalun di kejauhan. Waroeng Djamoe Spa menawarkan pijat sambutan begitu tamu tiba — kontras yang sempurna dengan kesibukan Canggu di luar sana. Untuk si kecil, tempat tidur tambahan beserta sarapan pun telah disiapkan, karena di sini, tidak ada yang luput dari perhatian.

Sire Beach, Lombok — Keheningan di Ujung Cakrawala

Satu jam ke timur dari Bali, dan dunia yang sama sekali berbeda menanti. Hotel Tugu Lombok berdiri di atas pantai pribadi Sire Beach — hamparan pasir putih yang menghadap Kepulauan Gili dan, di baliknya, Laut Flores yang terbuka luas. Di sinilah Eid Escape menawarkan sesuatu yang kian langka: ketenangan yang sesungguhnya. Sebuah perahu jukung nelayan melintas di cakrawala saat fajar. Hening Swarga Spa — hening, dan swarga berarti surga — menyambut tamu dengan pijat 30 menit seolah-olah memang sudah menunggu kedatangan mereka. Bagi pasangan yang mendambakan Lebaran tanpa hiruk-pikuk kemacetan, bagi 

keluarga yang ingin anak-anaknya mengenal rasa laut yang tidak akan pernah terlupakan, Lombok adalah jawaban atas pertanyaan yang belum sempat terpikirkan.

Kota Tua Jakarta — Di Mana Batavia Masih Bernapas

Properti terbaru Tugu, House of Tugu Old Town Jakarta membuka pintunya untuk Ramadan dan Lebaran dalam sebuah panggung yang sungguh dramatis. Butuh lima belas tahun untuk mewujudkannya — dan setiap tahunnya terasa hadir dalam setiap sudut properti di tepi Kali Besar ini: koridor yang dipenuhi porselen China kuno, ukiran kayu antik, dan potret leluhur yang menelusuri garis keturunan Peranakan keluarga pendirinya hingga pertengahan abad ke-19. Tidak ada dua kamar yang sama di antara 25 suite-nya: satu didedikasikan untuk Raja Gula legendaris Oei Tiong Ham, satu lagi untuk kejayaan perdagangan kopi Batavia — masing-masing sebuah bab tersendiri dalam kisah yang membentang melintasi dinasti. Paket Ramadhan & Lebaran Escape hadir lengkap dengan sarapan, high tea, tur warisan budaya Kota Tua, dan satu kali makan siang atau makan malam yang mencerminkan memori kuliner Batavia yang hidup di dalam dinding-dinding di sekitar Anda. Untuk keluarga yang ingin berlibur sekaligus memperkaya wawasan, inilah Lebaran sebagai sebuah

Blitar, Jawa Timur — Mudik yang Paling Bermakna

Di Blitar, sebuah kota yang tenang di kaki dataran tinggi berapi Jawa Timur, Hotel Tugu Blitar menghadirkan perayaan Eid yang mungkin paling Indonesia dari semuanya. Sebuah becak pribadi membawa tamu menyusuri jalan-jalan kota menuju Makam Bung Karno — tempat peristirahatan terakhir sang proklamator bangsa — dan ke kemegahan kolonial Istana Gebang, di mana sejarah terasa bukan sekadar tersimpan, melainkan masih terasa hidup. Bagi yang lebih suka dua roda, tersedia pula pengalaman bersepeda melintasi pedesaan menuju Desa Gledug, di mana para pengrajin telah membuat gula kelapa dengan tangan selama bergenerasi. The Colony Restaurant menyajikan makan malam Eid gratis yang rasanya seperti warisan. Inilah paket hotel yang langka: satu-satunya yang berhak menyebut diri mudik, tanpa perlu berlebihan.

Malang — Kemegahan yang Tak Tertandingi

Dinobatkan sebagai salah satu dari Top 10 Best City Hotels in Indonesia oleh Travel + Leisure Luxury Awards Asia Pacific 2025, Hotel Tugu Malang adalah yang pertama — tempat di mana visi Anhar Setjadibrata pertama kali terwujud menjadi sesuatu yang megah dan tak tertandingi. Gantung lampu berlapis merah tua berjajar di bawah langit-langit yang dilukis menyerupai sutra kuno. Relief Majapahit berukir berbagi dinding dengan potret kolonial dan figur wayang Jawa. Paket Eid Royal mengajak seluruh keluarga menyelami museum hidup ini melalui Tugu Arts Tour — yang terasa lebih seperti ekspedisi pribadi daripada sekadar tur hotel — sebelum menutup hari dengan kredit makan malam untuk Eid Royal: The Indonesia Spice Odyssey, sebuah santapan yang dirangkai sepenuhnya dari jalur rempah Nusantara yang berusia ribuan tahun. Menginap di sini adalah cara untuk memahami, mungkin untuk pertama kalinya, betapa kayanya Indonesia sesungguhnya.

Paket Lebaran di kelima properti Tugu berlaku mulai akhir Maret hingga pertengahan April 2026, dengan minimum menginap dua malam. Semua yang tercakup di dalamnya — sarapan mewah, sambutan spa, perjalanan warisan budaya — dirancang bukan sebagai fasilitas semata, melainkan sebagai tindakan kurasi. Karena di Tugu, premisnya selalu sama: Indonesia menyimpan jiwa yang jauh lebih dalam dari yang dunia ketahui. Saatnya Anda menemukannya.